On(e)ly

Hei, kamu. Iya, kamu! Aku memanggilmu.
Aku menulis ini buat kamu.

Ada yang mau aku kasih tahu.

Kamu tahu tidak, kalau tubuh kita mampu merehabilitasi kembali dirinya secara konstan? Secara harfiah, tubuh ‘menciptakan’ dan menghancurkan dirinya sendiri -dalam setiap detik dari eksistensinya.
Tubuh manusia memperbaharui dirinya sendiri dengan menakjubkan: 98% sel diperbarui setiap tahun sekali.
Ini artinya, tubuhmu hari ini berbeda dengan tubuhmu kemarin. Karena setiap 6 minggu kamu mempunyai hati yang baru, dalam tiap bulan kamu punya lapisan kulit baru, dalam tiap lima hari kamu punya jalur pencernaan yang baru. Bahkan, tulang kerangka tubuhmu diperbarui dalam tiap tiga bulan.

Bayangkan!
Setiap tahun tubuhmu itu benar-benar berbeda dengan tubuh yang kamu miliki tahun sebelumnya.
Tubuhmu benar-benar berubah pada setiap selnya.

Berulang-ulang proses itu berlangsung, selama kamu hidup.

Kamu tahu, aku paham betul tentang tubuh. Tapi aku tidak pernah mampu memahami mekanisme perasaan. Atau jiwa. Atau ruh. Atau apapun lah, tetek bengek namanya. Pokoknya tentang itu aku tidak mengerti.

Semua orang pasti pernah, menutup mata, dan membayangkan melihat wajah ibu-ibu mereka. Atau setangkai mawar. Sekarang pun, kamu bisa membuktikannya. Tutup matamu, dan coba ingat-ingat rasanya dielus rambut dan kepalamu oleh ibumu. Atau, biar lebih gampang, coba ingat-ingat rasa es krim strawberry. Kamu merasakan dinginnya, merasakan wanginya, merasakan manis-masamnya. Tapi di mana rasa itu berada? Dengan cara yang sama, sekarang coba tutup mata, dan dengarkan tiba-tiba ada musik di kepalamu, padahal tidak ada tape atau gramafon dari dalam sana. Tapi berani sumpah, kamu tahu itu ada!

Semua orang pasti pernah jatuh. Entah jatuh dari pohon waktu masa kecil. Atau jatuh waktu belajar naik sepeda. Atau jatuh waktu main benteng-bentengan atau air soft gun (yang ini aku!). Jatuh sampai lutut berdarah, celana sobek, atau cuma luka baret. Ada yang cepat sembuh, lalu main lagi, lari-lari lagi. Jatuh lagi. Ada yang sampai bikin kaki patah, sampai rela ketinggalan setahun sekolah, tapi besok-besoknya juga tidak apa-apa. Dan bertahun-tahun kemudian, walaupun bekas lukanya masih ada, dan masih ingatkejadiannya, tapi tetap sudah tidak apa-apa.

picmonkey_image (1)

 

Semua orang pasti pernah jatuh cinta, berkali-kali bahkan. Termasuk aku. Tapi kalau mau jujur sama hati, pasti ada satu kali yang berarti selamanya. Tidak ada gantinya. Bisa melakukan apa saja buat yang satu itu. Apa saja, walaupun itu berarti harus melepasnya.
Dan asal kamu tahu saja, semua manusia itu sama.
Kamu, itu aku.

5 thoughts on “On(e)ly

  1. Pingback: On(e)ly | Reza Firmansyah

  2. Pingback: Baik-baik Saja | ujungsunyi

Say something...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s